• Nasional
  • Daerah
  • Kriminal & Hukum
  • Parlementaria
  • Kesehatan
  • Olah Raga
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Kriminal & Hukum
  • Parlementaria
  • Kesehatan
  • Olah Raga
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Purbaya Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kontribusi Dari Belanja Masyarakat

tabloidbongkar.com by tabloidbongkar.com
May 15, 2026
in Nasional
0
Purbaya Bantah Isu Krisis  Ekonomi 1998 Bakal Terulang

tabloidbongkar.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, bukan oleh belanja pemerintah.

Dalam keterangannya yang disampaikan melalui salah satu TV nasional pada Kamis (14/5/2026), Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 2,94 persen.  “Jadi salah besar kalau yang men-drive adalah pemerintah. Yang men-drive adalah belanja rumah tangga, artinya daya beli masyarakat kuat dan tumbuh signifikan,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi investasi terhadap pertumbuhan tercatat sebesar 1,79 persen, sedangkan kontribusi belanja pemerintah sebesar 1,26 persen.

Menurut Menkeu Purbaya, masih banyak pihak yang keliru dalam membaca data pertumbuhan ekonomi karena tidak memperhitungkan kontribusi berdasarkan pangsa masing-masing komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Rumusnya sederhana, yaitu pertumbuhan dikalikan pangsanya terhadap ekonomi. Dari situ terlihat bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga menjadi yang tertinggi dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Purbaya.

Purbaya juga menerangkan bahwa pertumbuhan belanja pemerintah yang cukup tinggi pada awal tahun merupakan hasil dari strategi percepatan belanja negara agar dampak ekonomi lebih merata sepanjang tahun. “Mungkin sebelumnya belanja lebih banyak terkonsentrasi di akhir tahun sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi kurang optimal. Sekarang spending dilakukan lebih merata sejak awal tahun,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menjalankan kombinasi stimulus fiskal dan moneter selama Triwulan I 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya beli masyarakat.

Pemerintah juga mempercepat realisasi belanja kementerian/lembaga dan berbagai program prioritas nasional sejak awal tahun. Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyebut realisasi belanja negara pada awal 2026 telah mencapai Rp815 triliun. “Semua ini memang by design, bukan terjadi secara kebetulan. Perbaikan ekonomi selama dua tahun terakhir merupakan hasil desain kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah hanya menjalankan strategi tersebut,” pungkas Purbaya.(SP.Tb)

tabloidbongkar.com

tabloidbongkar.com

Browse by Category

  • Daerah
  • Davinci
  • Diskgenius
  • Kesehatan
  • Kriminal & Hukum
  • Melodyne
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Parlementaria
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Uncategorized
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tabloidbongkar.com

tabloidbongkar.com © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

tabloidbongkar.com © 2025