Prabowo Minta Agar Danantara Setorkan Rp. 808,1 Triliun Dari Total Aset ke Kas Negara Pertahun

Kontribusi tersebut diharapkan bisa membantu menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Rosan, target itu akan dikejar dengan memaksimalkan investasi, aset, serta modal yang saat ini dimiliki Danantara.

“Apapun itu kita akan coba melakukan semaksimal mungkin dengan investasi yang ada, dengan aset yang ada, dan juga equity (modal) kita yang ada. Itu kan menjadi parameter-parameter yang juga kita pergunakan untuk (mengembangkan) performance kita ke depannya,” kata dia, kepada awak media, usai Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Gedung Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2025).

Namun demikian, penyisihan sebagian ROA tersebut akan dilakukan dengan mengacu kepada tolok ukur (benchmark) yang selama ini digunakan oleh dana kekayaan negara (sovereign wealth fund/SWF) lainnya di dunia. Dengan begitu, Danantara tetap bisa menjalankan program yang sebelumnya sudah dirancang oleh manajemen Danantara sendiri.

“Jadi pada intinya, kita ya harus selalu siap, ya untuk melaksanakan program-program dari kita di Danatara yang sudah ada,” tambah Rosan.

Sebagai informasi, saat membacakan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, Prabowo meminta agar BPI Danantara menyetorkan 50 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp808,1 triliun (asumsi kurs Rp16.162 per dolar AS) dari total aset per tahun ke kas negara.

Hal ini perlu dilakukan agar APBN tidak terus-menerus mengalami defisit.

“Bisnis itu baik dan berhasil, kalau return on asset (ROA) adalah sekitar 12 persen. Katakanlah konservatif 10 persen. Katakanlah untuk bangsa Indonesia cukup 5 persen. Saudara-saudara sekalian, aset yang dimiliki bangsa Indonesia, yang berada di BUMN-BUMN kita, asetnya adalah senilai lebih dari 1.000 triliun dolar AS, harusnya BUMN itu menyumbang kepada kita minimal 50 miliar dolar,” kata Prabowo, di Komplek Parlemen, Jumat (15/5/2025).

Dengan sumbangan Danantara ke kas negara ini, orang nomor satu di Indonesia itu lantas menargetkan APBN tak lagi defisit di 2027-2028. Karena cita-cita ini pula, Prabowo menugaskan para menteri di Kabinet Merah Putih untuk menekan defisit APBN 2026 sekecil mungkin.

“Sehingga, defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin. Dan adalah harapan saya, adalah cita-cita saya, untuk suatu saat, apakah dalam 2027 atau 2008. Saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini, untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” tegasnya. (JA. Tb)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *