tabloidbongkar.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memanfaatkan Jakarta Ramadan Festival 2026 sebagai strategi mendorong lonjakan transaksi ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri dengan target ambisius Rp15 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan rangkaian program ini dirancang bukan sekadar perayaan, melainkan stimulus konkret untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga perputaran uang tetap berada di Ibu Kota.
Sebanyak 101 pusat perbelanjaan terlibat dalam program Jakarta Festive Wonder yang menghadirkan diskon hingga 70 persen, midnight sale, undian berhadiah, serta UMKM corner.
Target Rp15 triliun tersebut meningkat dibanding capaian sebelumnya Rp13 triliun, sekaligus menjadi indikator optimisme pemulihan dan ekspansi konsumsi domestik selama musim Lebaran.
“Kami akan memberikan kemudahan, termasuk insentif pajak bagi pusat perbelanjaan dan hotel agar mereka bisa memberikan diskon signifikan. Pada puncaknya, saya yakin diskonnya bisa sampai 70 persen,” ujar Pramono.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memanfaatkan Jakarta Ramadan Festival 2026 sebagai strategi mendorong lonjakan transaksi ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri dengan target ambisius Rp15 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan rangkaian program ini dirancang bukan sekadar perayaan, melainkan stimulus konkret. Insentif pajak tersebut diharapkan memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menekan harga jual tanpa mengurangi margin usaha secara drastis.
Selain sektor ritel, industri perhotelan dan pariwisata juga digerakkan melalui kolaborasi dengan PHRI DKI, Astindo DKI, serta Jakarta Experience Board.
Promo pay 2 get 3 nights di 26 hotel, voucher belanja ITC Group, diskon kawasan wisata, potongan harga tiket Citilink dan Kereta Api Indonesia tujuan Jakarta, hingga paket private city tour menjadi instrumen menarik wisatawan domestik untuk menghabiskan liburannya di Jakarta.
Rangkaian festival juga dikemas dalam berbagai agenda publik seperti Jakarta Light Festival, Harmoni Ramadan Jakarta, serta Jakarta Rebana Ramadan Kolosal di Bundaran HI guna meningkatkan traffic pengunjung ke pusat kota.
Aktivasi ruang publik tersebut diproyeksikan berdampak langsung terhadap sektor transportasi, kuliner, perhotelan, hingga UMKM yang menggantungkan omzet pada kepadatan aktivitas masyarakat.
Pemprov DKI menggelar Pasar Murah dan Bazar Ramadan di kecamatan, RPTRA, serta Balai Kota dengan menyediakan komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan daging ayam.
Langkah ini menjadi penyeimbang agar peningkatan transaksi tidak dibarengi tekanan inflasi yang berlebihan menjelang Idulfitri. Di sektor ekonomi kreatif, Jakarta Eid Modest Fashion 2026 di Tanah Abang memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat tekstil dan modest fashion nasional.
Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi desainer nasional dan UMKM daerah sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor fesyen yang selama Ramadan cenderung mengalami lonjakan permintaan signifikan.
Pemprov DKI juga menggratiskan transportasi umum saat Idulfitri untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap tinggi tanpa menambah beban biaya.
“Daripada macet-macet atau belanja ke luar negeri, lebih baik tetap tinggal di Jakarta. Jakarta menyediakan segalanya,” kata Pramono, menegaskan strategi besar agar belanja Lebaran 2026 berputar maksimal di dalam kota. Jakarta Ramadan Festival.(KY.Tb)
