tabloidbongkar.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan dampak serius bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh dan Sumatera Utara pada November 2025. Sebanyak 25 desa hilang akibat bencana tersebut, dengan delapan desa berada di wilayah Sumatera Utara dan sisanya berada di Aceh.
Tito menjelaskan, hingga saat ini jumlah desa terdampak di Sumatera Utara masih tercatat delapan desa. Sementara itu, total desa yang hilang di kedua provinsi tersebut diperkirakan mencapai 25 desa.
“Di Sumut masih tetap sama delapan, jadi ada 25 kira-kira jumlah desa yang hilang per hari ini. Tapi kita akan cross check lagi nantinya,” katanya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Pada kesempatan tersebut, Tito juga meluruskan data yang sebelumnya menyebutkan terdapat 22 desa yang hilang akibat bencana. Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama BNPB dan kepala daerah, jumlah desa yang hilang kini diperbarui menjadi 25 desa.
Dalam rapat yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan di wilayahnya tidak ada desa yang hilang. Meski sebelumnya ada satu daerah yang terisolasi karena akses jalur datanya putus tertutup longsor.
“Tapi berkat kerja keras semua pihak, terutama dari TNI ya membangun jembatan, didukung yang lain, Polri, kemudian pemerintah daerah, dari Danantara, Menteri PU, semua bergerak, sehingga akhirnya satu desa itu sekarang sudah terbuka,” tuturnya.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh turut menyampaikan pembaruan data terkait desa terdampak. Jumlah desa yang dilaporkan lenyap kini bertambah menjadi 17 desa, dari sebelumnya tercatat 13 desa.
“Aceh menyampaikan juga ada gampong yang lain yang hilang. Tadinya 13, menjadi 17. Ini akan kita cross check lagi apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi. Beda ya,” ujarnya. (RJ.tb)
