“Kami mengecam dan menolak agresi militer yang dilancarkan oleh Israel, dengan dukungan dan partisipasi Amerika, terhadap wilayah Iran. Perang harus dihentikan, karena Kami menilai ini sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan,” tegasnya.
Menurutnya, serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional, dan mencerminkan tren menuju perluasan cakupan konfrontasi. Setiap negara berhak untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya sesuai dengan hukum internasional.
Sukamta juga meminta pertanggungjawaban AS dan Israel atas dampak eskalasi tersebut serta risiko meluasnya konflik regional. Ia juga mengingatkan agar ketegangan di Iran tidak dimanfaatkan Israel untuk meningkatkan agresi di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.
“Dunia internasional harus memastikan dan menjaga stabilitas di dalam negeri di Gaza dan memerangi praktik penipuan harga dan monopoli di tengah situasi kemanusiaan yang buruk,” kata Doktor lulusan Teknik Kimia Manchester Inggris itu.
Ia juga menyerukan kepada dunia internasional untuk segera mengambil tindakan mendesak guna menghentikan agresi dan menjaga stabilitas regional dengan mencegah kawasan Timur Tengah terjerumus ke dalam perang besar yang hanya akan memperburuk penderitaan rakyatnya.
Sejalan dengan itu, ia menyatakan dukungannya terhadap kesiapan Presiden Prabowo jika dibutuhkan untuk memediasi antara Iran dan AS-Israel.
“Sebagai orang yang bisa berkomunikasi dengan Trump dan Iran, Saya kira patut kita dukung upaya presiden tersebut. Ini juga bagian dari realisasi amanat konstitusi menjaga perdamaian dunia secara aktif,” tutur Sukamta.
Sukamta menambahkan, “Walaupun kita tahu situasi memang sangat sulit, tetapi semua upaya positif dan konstruktif patur ditempuh.”(JA.Tb)
