tabloidbongkar. com -Direktur Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine mengingatkan seluruh orang tua agar tidak menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti posyandu dan puskesmas, untuk mendapatkan imunisasi campak.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan para pengasuh, untuk segera membawa anak ke fasilitas posyandu, puskesmas, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat lainnya yang memberikan layanan imunisasi,” kata Prima dalam konferensi pers terkait penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara virtual, Jumat (26/8/2025).
Prima menjelaskan imunisasi campak menjadi bagian dari Program Imunisasi Nasional. Ia menegaskan pemberian imunisasi ini penting untuk mencegah penyebaran campak di tengah meningkatnya kasus di sejumlah daerah.
Ia menjelaskan bahwa anak dijadwalkan menerima imunisasi sebanyak tiga kali, yakni saat berusia 9 bulan, 18 bulan, serta ketika duduk di kelas 1 sekolah dasar. Dari tiga kali jadwal itu, pemberian imunisasi minimal dilakukan dua kali, yakni pada usia 9 bulan dan 18 bulan.
“Memang perlu diberikan imunisasi agar secara aktif anak itu membentuk sendiri antibodi terhadap campak,” jelasnya.
Ia juga menegaskan campak merupakan penyakit menular. Bahkan, penularannya lebih cepat dibandingkan dengan COVID-19.
“Penyakit ini sangat menular, bahkan penularannya itu lebih cepat kalau dibandingkan dengan COVID-19, jadi sangat-sangat menular,” ucapnya.
Sebelumnya, kasus campak di Sumenep, Jawa Timur dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB), setelah 17 orang meninggal. Daerah tersebut juga mencatat ada 2.035 kasus suspek yang tersebar di 26 kecamatan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut, kasus kematian akibat campak di Sumenep mayoritas tidak memiliki riwayat imunisasi dan kebanyakan pasien meninggal karena campak adalah balita.
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono mengatakan, imunisasi terkait campak di Sumenep tergolong rendah. Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa orang tua tidak memberikan vaksinasi pada anak.
“Banyak (alasan keluarga tidak mau vaksinasi anak). Ada yang dikaitkan soal agama, takut karena nanti ada efek samping,” ucap Dante kepada wartawan di Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
“Sebenarnya ini sudah kami kaji. Vaksinasi-vaksinasi yang kami berikan ke masyarakat itu, sudah dikaji secara empiris dalam waktu lama sehingga aman untuk diberikan ke anak,” tandasnya. (JA. Tb)