Pramono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan koordinasi secara intensif dengan Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mempercepat proses pencatatan saham Bank Jakarta di pasar modal.
Ia juga meminta jajaran direksi dan dewan komisaris Bank Jakarta untuk segera melakukan persiapan terkait rencana aksi korporasi tersebut.
“Bank Jakarta juga mempersiapkan diri untuk bisa segera IPO karena dengan IPO saya meyakini dengan diawasi oleh publik, maka Bank Jakarta akan menjadi semakin baik,” ujar Pramono dikutip, Rabu (7/1/2026).
Lebih lanjut, Pramono menyampaikan bahwa rencana IPO tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepercayaan publik sekaligus memperkuat tata kelola dan profesionalisme pengelolaan Bank Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya peran Bank Jakarta dalam memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi masyarakat Ibu Kota.
“Karena seperti kita ketahui, Bank Jakarta ini sekarang ini kepemilikannya sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta. Sebagai Gubernur Jakarta, saya menaruh harapan untuk ini dikelola secara profesional, memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi siapapun yang memanfaatkan Bank Jakarta,” imbuhnya.
Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir triwulan III 2025 Bank Jakarta membukukan laba bersih sebesar Rp520,81 miliar. Capaian tersebut tumbuh 1,46% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba Rp513,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, total aset bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut tercatat mencapai Rp90,72 triliun, meningkat 12,37% secara tahunan dibandingkan posisi Rp80,74 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
“Karena seperti kita ketahui, Bank Jakarta ini sekarang ini kepemilikannya sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta. Sebagai Gubernur Jakarta, saya menaruh harapan untuk ini dikelola secara profesional, memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi siapapun yang memanfaatkan Bank Jakarta,” imbuhnya.
Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir triwulan III 2025 Bank Jakarta membukukan laba bersih sebesar Rp520,81 miliar. Capaian tersebut tumbuh 1,46% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba Rp513,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, total aset bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut tercatat mencapai Rp90,72 triliun, meningkat 12,37% secara tahunan dibandingkan posisi Rp80,74 triliun pada periode yang sama tahun 2024. (KY.tb)
