Friday, April 19, 2024
HomeKesehatanGerakan Tutup Mulut (GTM) Pada Anak Usia 1 Sampai 3 Tahun

Gerakan Tutup Mulut (GTM) Pada Anak Usia 1 Sampai 3 Tahun

tabloidbongkar. com -Setelah bayi memasuki usia 6 bulan, bayi sudah boleh diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI atau MPASI. Pemberian MPASI sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia bayi.

Ibu bisa mencari tahu mengenai proses pemberian MPASI pada anak agar proses pemberian MPASI dapat berjalan dengan optimal. Selain itu, pemberian MPASI yang sesuai dengan usia anak dapat menurunkan risiko gerakan tutup mulut yang sering dilakukan anak ketika memulai MPASI.

Susah makan pada anak memang selalu menjadi masalah yang kerap dirasakan oleh para orang tua. Hal ini akan memunculkan rasa khawatir berlebihan karena asupan nutrisi seimbang sangat dibutuhkan pada masa perkembangan anak.

Banyak sekali masalah makan yang memang sering terjadi, mulai dari anak menolak makan, gerakan tutup mulut atau GTM, atau hanya mau konsumsi makanan tertentu atau picky eater.

Biasanya, susah makan mulai terjadi pada anak yang baru menginjak usia satu tahun. Sebenarnya, kondisi ini terjadi bukan tanpa alasan. Pertumbuhan anak akan menjadi lebih lambat dari sebelumnya pada usia ini sehingga nafsu makan pun akan berkurang. Sayangnya, orangtua cenderung kurang memberikan perhatian pada hal ini yang akhirnya berujung pada pertumbuhan anak yang terhambat.

Ada beberapa penyebab mengapa anak melakukan gerakan tutup mulut (GTM). Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), GTM mungkin terjadi karena anak bosan, sedang sakit, tidak lapar, atau trauma dengan makanan tertentu maupun proses makan itu sendiri. Rasa khawatir pada anak terkadang membuat orangtua menjadi lebih permisif, seperti membiarkan anak mengonsumsi jajanan yang tidak sehat dan hanya memberi susu sebagai pengganti makanan. Tentunya hal tersebut tidak bisa dibenarkan karena jajanan anak-anak tidak mengandung gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak. Lalu tindakan apa atau cara apa yang harus dilakukan oleh ibu agar anaknya tidak GTM lagi? Mari kita simak penjelasan di bawah ini!

 

Cara Mengatasi GTM pada Balita

Cara mengatasi masalah anak susah makan sesuai dengan penyebabnya:

  • Hanya Memilih Makanan Tertentu alias Picky Eater

Tidak heran jika anak anak menyukai jenis makanan tertentu ketika pertama kali ibu mengenalkannya pada beragam jenis makanan. Memang benar, hal ini akan berisiko pada anak yang hanya mau makan makanan tersebut dan menolak menu lain yang ibu tawarkan alias menjadi picky eater. Padahal, jika ini terus terjadi, anak bisa kekurangan asupan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh.

Cara Mengatasi: Jangan menyerah untuk menawarkan menu baru setiap hari. Bahkan, setidaknya ibu perlu menawarkan sebanyak 10 sampai 15 kali menu baru yang sama, hingga akhirnya anak mau menerimanya. Tidak ada salahnya juga menyajikan menu baru bersama dengan makanan favorit anak.

  • Menolak untuk Makan

Masalah lain yang paling umum terjadi adalah anak menolak makan. Anak bisa menghabiskan makanan yang disediakan oleh orangtua pada hari pertama, tetapi justru menolak menu yang sama keesokan harinya. Ketika pikirannya berubah, bisa jadi selera makan pun akan berubah.

Cara Mengatasi: Memang butuh kesabaran ekstra ketika anak menolak makan. Namun, jangan memaksa anak untuk menghabiskan makanannya. Jika anak menolak, tawarkan kembali dua jam kemudian atau berikan jenis makanan lain atau camilan padat gizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Memaksa anak makan atau memarahi anak akan membuatnya trauma.

  • Makan Satu Jenis Makanan Saja

Terkadang ada anak yang hanya mau makan satu jenis makanan saja selama beberapa hari, bahkan hingga beberapa minggu. Biasanya, hal ini disebabkan karena anak tertarik dengan makanan yang rasanya sudah dikenali. Hanya saja, dengan pola konsumsi seperti itu sering membuat orang tua bingung.

Cara Mengatasi: Sebaiknya orangtua tetap tenang dan menawarkan pilihan makanan lain, tetapi bukan dengan cara paksa. Bagi anak yang sudah lebih besar, ibu bisa mengajaknya ke supermarket dan meminta dia untuk memilih sayur, buah, dan camilan yang ia suka. Saat tiba di rumah, ajaklah dia menyiapkan makanan sebelum mengonsumsinya.

  • Hanya Mau Makanan Cepat Saji

Makanan siap saji bukan hanya disukai oleh orang dewasa, tetapi juga sangat digemari oleh anak-anak. Rasanya yang enak dengan tampilan menu beragam membuat anak cenderung lebih suka dengan makanan siap saji seperti misalnya kentang goreng, ayam goreng atau bahkan mi instan.

Cara Mengatasi: Cara mengatasi anak susah makan dan hanya menyukai makanan cepat saji adalah tidak menyimpan makanan cepat saji di rumah. Sebaiknya ibu menyediakan makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan, misalnya buah melon dengan campuran yoghurt, atau jus buah yang dihiasi stroberi dan irisan pisang di atasnya.

Agar memastikan kecukupan gizi anak, tidak ada salahnya jika ibu membuat catatan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak selama seminggu. Cek kembali apakah anak telah menerima asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

 

Selain itu, ibu bisa menerapkan cara-cara berikut untuk mengatasi anak yang GTM. Berikut ini tips yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi GTM pada anak, yaitu:

  • Membuatkan jadwal makanan utama dan makanan selingan (camilan) secara teratur. Contohnya dengan makanan utama sebanyak 3 kali per hari, dan camilan sebanyak 2 kali per hari. Susu dapat diberikan 2-3 kali per hari
  • Bila anak tidak suka dengan susu formula, cobalah bereksperimen dengan berbagai produk karena mungkin saja anak tidak suka dengan rasa susu yang saat ini diberikan
  • Batasi waktu pemberian makan pada anak maksimal 30 menit. Jika anak tidak mau makan, jangan memaksa anak. Bila setelah 10-15 menit mencoba menawarkan makanan pada anak dan anak tetap tidak mau makan, hentikan proses pemberian makan dan tunggu jadwal pemberian makan selanjutnya. Dengan demikian, anak akan terlatih mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendiri.
  • Ciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan, contohnya makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak untuk makan di meja makan.
  • Siapkan makanan yang sehat dan bervariasi, serta cobalah membuat tampilan makan menarik
  • Pilihlah peralatan makanan yang menarik untuk anak
  • Ajak anak untuk makan sendiri bersama dengan keluarga di meja makan
  • Jangan membiasakan anak untuk makan bersaamaan dengan aktivitas lain seperti bermain, menonton TV, menggunakan gadget, atau berjalan-jalan, agar anak tidak teralihkan dari aktivitas makan
  • Jangan memberikan makanan yang disukai anak yang tidak sehat (seperti biskuit yang disukainya, makanan cepat saji, atau susu tambahan) sebagai pengganti makanan utama
  • Jangan memberikan minuman lain selain air putih di antara waktu makan

Adapun beberapa hal yang sebaiknya tidak ibu lakukan saat memberi makan pada anak. Hal yang paling utama adalah jangan memaksakan anak untuk makan apalagi sampai memarahinya. Memaksa hingga memarahi anak justru menimbulkan trauma yang bisa membuat anak semakin tidak mau makan.

Bila anak sudah mengalami penurunan berat badan, berat badan anak tidak kunjung naik, atau anak mengalami gangguan perkembangan, sebaiknya ibu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Konsultasi ini diperlukan untuk mengetahui penyebab dari susah makan yang dialami oleh anak, apakah karena masalah cara pemberian makan atau perilaku makan yang kurang tepat, atau disebabkan oleh suatu kondisi medis tertentu seperti infeksi kronis, gangguan penyerapan makanan, dan lainnya. Penanganan lebih lanjut akan diberikan oleh dokter sesuai dengan kondisi yang dialami oleh anak.(Red. tb)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments