tabloidbongkar.com – Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, resmi mengukuhkan 75 pengurus Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Cilacap periode 2026 di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Selasa (13/1/2026). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menjadikan Cilacap sebagai destinasi utama wisata, budaya, dan investasi.
Dalam arahannya, Bupati Syamsul menegaskan bahwa pembentukan komite ini bukan sekadar pemenuhan formalitas undang-undang, melainkan harus menjadi lembaga yang memberikan masukan konkret bagi pembangunan daerah. Mas Syamsul berharap Komite Ekraf mampu mendorong potensi seni, budaya, kuliner, hingga UMKM agar menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Kita harus membuktikan Cilacap layak menjadi tujuan wisata dan investasi. Saya mendorong adanya inovasi event setiap minggu, mulai dari olahraga hingga seni budaya, agar ekonomi terus berputar. Orang datang ke Cilacap, menikmati wisatanya, dan berbelanja kuliner serta oleh-oleh kita,” ujar Syamsul.
Mas Bupati juga menginginkan nantinya setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadi pembina event skala nasional secara bergilir setiap bulan. Selain itu, optimalisasi ruang publik yang mangkrak dan pengembangan Kawasan Kota Lama akan menjadi prioritas sebagai ruang kreasi bagi para pelaku ekraf.
Kepala Disparpora Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan ini bertujuan memberikan dasar hukum bagi pengurus untuk mengolaborasikan unsur pentahelix. Hal ini krusial mengingat Cilacap telah ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI.
Sementara itu, mewakili Ketua Komite, Wakil Ketua I Komite Ekraf Kabupaten Cilacap, Archer Salputra, menyatakan kesiapannya untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Pada tahun 2026, pihaknya akan berfokus pada pengembangan SDM, sertifikasi barista, hingga revitalisasi event musik lokal maupun nasional.
“Ekonomi kreatif bukan sekadar istilah, tapi alat untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui digitalisasi dan kolaborasi,” kata Archer.
Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Cilacap berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi Komite Ekraf untuk berekspresi. Potensi unik seperti Nusakambangan dan kekayaan budaya lokal akan terus digali agar menciptakan memori berkesan bagi setiap pengunjung yang datang ke Cilacap. (JA.tb)
