Dia merinci layanan yang dihentikan, yakni 1C (Blok M-Pesanggrahan) imbas banjir di Jalan Haji Gari kedua arah dan 8E (Blok M-Bintaro Kodam) imbas banjir di Jalan Haji Gari kedua arah.
Kemudian, Mikrotrans JAK 32 (Petukangan-Lebak Bulus) serta JAK 49 (Lebak Bulus-Cipulir) karena banjir di Jalan Bintaro Permai (H Gari) dan Ciledug Raya (ITC Cipulir).
Sementara itu, sejumlah rute layanan dialihkan, yakni 1M (Blok M-Meruya). Ayu mengatakan pengalihan rute akibat banjir setinggi 50 cm di Jalan Swadarma Raya.
Lalu, rute 5N (Kampung Melayu-Ragunan) juga dialihkan akibat luapan sungai di jalur Pasar Kambing.
Ada pula rute yang diperpendek, yakni Mikrotrans JAK 22 (Dwikora-Penas Kalimalang) akibat genangan setinggi 30-40 cm di Simpang Cawang.
Selain itu, sejumlah rute Mikrotrans turut dialihkan, yaitu JAK 27 (Pulogebang-Rorotan), JAK 37 (Cililitan-Condet via Kayu Manis), JAK 40 (Pulogebang-Pasar Modern), JAK 71 (Kampung Rambutan-Pinang Ranti), dan JAK 95 (Lebak Bulus-Terminal Pasar Minggu).
“Transjakarta mengimbau pelanggan untuk selalu memantau informasi terkini guna menyesuaikan rencana perjalanan pagi ini. Tetap berhati-hati di jalan dan pastikan perjalanan tetap nyaman dengan memeriksa kembali rute sebelum berangkat,” ungkap Ayu.
Banjir Jakarta Rendam 6 Ruas Jalan
Di samping itu, ada pula enam ruas jalan terdampak, yakni Jalan Gaya Motor Raya, Kebon Bawang, Jakarta Utara, dengan ketinggian 30 cm, Jalan Strategi Raya, Joglo, Jakarta Barat, dengan ketinggian 30 cm, serta Jalan Basoka Raya, Joglo, Jakarta Barat, dengan ketinggian 40 cm.
Lalu, Jalan Srengseng Raya, Srengseng, Jakarta Barat, dengan ketinggian 20 cm, Jalan Ciledug Raya (depan Pom Bensin Shell), Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, dengan ketinggian genangan 30 cm, dan Jalan Pondok Karya, Pela Mampang, Jakarta Selatan, dengan ketinggian 60 cm.
BPBD DKI mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Alam, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Bersama dengan para lurah dan camat setempat, sambung Yohan, seluruh unsur tersebut juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas banjir. Genangan pun ditargetkan surut dalam waktu cepat.(KY.Tb)
